DISLEKSIA

Artikel Psikologi

DISLEKSIA

AdinSuryadin,Psi,M.Si

 

Bagaimana seharusnya orang tua mendidik anak yang disleksia di rumah ? dibawah ini ada beberapa tips yang bisa dilakukan:

  • Usahakan selalu aktif dalam mendampingi dari waktu ke waktu, karena anak disleksia akan banyak mengalami kesulitan dalam belajar dengan sering merasa gagal kalau tidak didampingi akan semakin merasa bodoh.
  • Memberikan dorongan kepercayaan diri, anak disleksia akan cenderung menghabiskan waktunya untuk belajar membaca dan bertutur kata, kalau tidak mempunyai kepercayaan diri sulit untuk bertahan dalam balajar.
  • Buatlah semenarik mungkin ketika mengajari membaca agar anak disleksia bisa terus semangat belajar.
  • Bantu mereka dengan teknologi, misalnya dengan program software membaca di komputer dimana anak akan sering melihat huruf, gabungan suku kata, kata dan kalimat beserta suara membacanya. Misalnya program software Dragon Naturally Speaking atau Kurzweil 3000.
  • Gunakan metode pendekatan multi-Sensori, yaitu mengajar membaca dengan melibatkan banyak indera selain melihat,mendengar juga bisa dengan rabaan atau taktil.

Bila si kecil mengalami kesulitan membaca secara teknis, seperti sering tebolak-balik membaca kata atau bingung dengan huruf yang bentuknya mirip, kita bisa membantunya dengan cara:

  • Mulailah melatihnya dengan mengenalkan huruf, suku kata, lalu berlanjut dengan kata yang terdiri dari dua suku kata, dan seterusnya. Anda juga bisa membuatkan huruf dengan warna-warni agar lebih bersemangat dan mudah di ingat.
  • Lakukan metode dikte, coba anda mendiktekan satu kata dan biarkan si kecil menuliskannya atau anak kita yang mendikte dan kita yang menuliskan lalu suruh si kecil membaca kembali.
  • Berikan tugas yang melatih rangsang visual misalnya mencari benda-benda kecil tersembunyi, melihat perbedaan dan persamaan dalam gambar, dll.
  • Lakukan permaianan yang melatih kemampuan mengurutkan, berhitung mundur, menyusun angka dan kalimat, dll.
  • Ajak si kecil untuk mengikuti permainan baris berbaris, atau permaian pegang telinga kiri dan telinga kanan untuk meningkatkan kemampuan orintasi pada anak.
  • Jangan memfokuskan pada kelemahannya, dukung dan kegiatan yang disenangi, agar ia tetap semangat belajar dan percaya diri.
  • Bila belum banyak perkembangan anda bisa membawanya kepada psikolog untuk mendapatkan proram terapi edukasi untuk anak kesulitan belajar.

Wallahu a’lam bishowab………

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *