Menanamkan Jiwa Merdeka Pada Anak

Artikel Psikologi Anak

Adin Suryadin,Psi,M.Si.

            Jiwa merdeka akan tercermin pada sikap dan  perilaku  anak yang  percaya diri,  berani, mandiri, dan bertanggung jawab. Dengan jiwa merdeka anak akan  lebih mudah untuk menyesuaikan diri, lebih mudah untuk belajar, dan akan lebih mudah  untuk mengambil keputusan, dan akan berani bertanggung jawab terhadap apa yang  ia perbuat, dengan jiwa merdeka anak akan mempunyai keberanian menghadapi segala tantangan yang ia hadapi serta dengan jiwa merdeka anak akan  lebih ulet untuk mengejar apa yang ia inginkannya.

            Jiwa merdeka merupaka sikap dan karakter para pemimpin yang tentunya tidak hanya bersifat potensial namun sangat membutuhkan siraman dan pupuk stimulasi pendidikan dari keluarga dan sekolah serta membutuhkan kesempatan dari lingkungan sekitar untuk tumbuh dan berkembang menjadi sebuah pohon pribadi yang merdeka. Dengan demikian kita sebagai orang tua yang sekaligus pendidik untuk anak-anak kita perlu mempersiapkan dan memberi sarana kepada anak kita untuk berjiwa merdeka agar kelak bisa memimpin negeri ini atau minimal bisa memimpin dirinya ke arah lebih baik.

             Ada beberapa prinsip pendidikan yang harus diperhatikan dalam rangka mencetak para pemimpin kelak yang berjiwa merdeka mulai dari pendidikan di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat adalah:

  1. Pendidikan dari rumah sebaiknya harus bersifat motivasi secara persuasif agar anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, penuh kasih sayang dan empati terhadap sesama. Misalnya memberi hadiah dan pujian bagi yang berprestasi bisa menyelesaikan tugas dengan baik, dan memberikan hukuman yang mendidik bagi yang kurang menyelesaikan tugas-tugasnya, sehingga anak-anak semangat dan percaya diri dalam melakukan sesuatu pekerjaan.
  2. Pendidikan dari rumah sebaiknya bisa memberikan tugas-tugas perkembangan pada anak untuk melatih tanggung jawab, percya diri dengan bisa menyelesaikan tugas-tugas harian yang sesuai dengan kemampuan anak. Misalnya menjaga adik, menghidupkan lampu, mematikan kran, membersihkan rumah dll. Dengan anak merasa bisa menyelesaikan tugas-tugasnya maka ia merasa bertanggung jawab bahwa ia dibutuhkan dan percaya diri bisa menyelesaikan tugasnya.
  3. Pendidikan dari rumah bisa menanamkan dan melatih sikap lapang dada, berani mengakui kesalahan dan bisa menunjukkan rasa bangga bisa menyelesaikan apa yang ia sudah lakukan. Dalam menanamkan sikap lapang dada ini membutuhkan teladan dari orang tua. Banyak para pemimpin lahir dari orang tua yang mampu memahami anaknya dan memperhatikan dengan penuh kasih sayang dan sabar dalam membimbing anak mereka sehingga mereka bisa menjadi pribadi yang menonjol.
  4. Pendidikan dari rumah hendaknya bisa memperhatikan minat dan bakat anak sehingga kita bisa memperlakukan dan memberi tugas pada anak sesuai apa yang ia inginkan dan kemampuannya, dengan demikian anak akan merasa senang melakukannya dan tidak merasa tertekan atau beban dalam mengerjakan tugas dari orang tuanya.
  5. Pendidikan di sekolah. Hendaknya anak bisa disekolahkan di sekolah yang memperhatikan aspek perkembangan siswa yang multi potensial, sehingga setiap anak akan mersa senang di sekolah dan beragam potensi anak akan berkembang sesuai potensinya.
  6. Pendidikan di sekolah selain mengembangkan kemampuan akademis juga menanamkan pendidikan karakter yang mempunyai basic keyakinan (diniyah) sehingga akan membentuk anak bersikap ilmiah secara akademis dan bersikap merdeka dalam bertindak dan berperilaku, karena ia hanya akan mersa takut dengan aturan Allah yang menciptakannya bukan dengan pandangan manusia semata.
  7. Pendidikan di sekolah untuk seorang calon pemimpin yang berjiwa merdeka handaknya sekolah banyak memberikan kesempatan kepada siswanya untuk belajar bereksplorasi, dimana dalam bereksplorasi anak banyak pengalaman yang membuat mereka lebih kreatif dan kritis melihat keanadaan lingkungan sekitar, dan dengan bereksplorasi akan menambah wawasan dan pengetahuan. Dengan demikian sekolah calon pemimpin seyogyanya memperbanyak belajar di luar, PPL,  praktek lapangan, dll.
  8. Pendidikan lingkungan sekitar. Pemimpin berjiwa merdeka sering lahir dari lingkungan masyarakat yang dinamis, menghargai anak sebagai generasi penerus sehingga banyak memeberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkarya dan bertanggung jawab terhadap tugas dan permasalahan masyarakatnya.
  9. Pendidikan masyarakat sangat berperan terhadap karakter pemimpin yang akan datang. Apabila masyarakat itu kondusif, tenang maka akan melahirkan pemimpin yang sistematis dan seimbang pemikiran dan perasaan dalam melihat permasalahan yang ada, sedangkan pemimpin yang lahir dari lingkungan yang tiak tenang, sedang berperang, maka kemungkinan akan melahirkan pemimpin yang yang selalu siaga, waspada dan agresif, sedangkan pemimpin yang lahir dari lingkungan yang bebas, tidak beraturan maka akan melahirkan pemimpin yang tidak memahami norma dan aturan moral yang ada.

Dengan demikian untuk menciptakan generasi berjiwa merdeka maka pendidkan harus terpadu antara pola asuh di rumah, model pendidikan di sekolah dan pendidkan dari lingkungan masyarakat sekitar. Pola asuh orang tua yang sangat persuasif memperhatikan perkembangan anak dengan penuh kasih sayang yang bertanggung jawab, serta sekolah yang berusaha mengeksplor minat dan bakat siswa, serta lingkungan sekitar yang mendukung, memberi kesempatan kepada anak untuk mengembangkan segenap kemampuaannya maka akan lahir pemimpin yang berjiwa merdeka yang berani karena benar, berani dengan penuh kesucian hati dan fikiran yang sesuai fitrah dari sang pencipta, seperti makna lambang bendera kita “merah putih”. Selamat hari ulang tahun kemerdekaaan Indonesia yang ke 72 semoga era generasi yang akan datang menjadi era generasi emas anak sholeh, amin yaa robbal alamin.

Wallahu a’lam bishowab.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *