#Puisi “Cahaya Mata”

Bagian 1 : Cahaya

Yang selalu kita rindukan saat pagi tiba

Atau kita harapkan selalu ada

Tapi seringnya kita tak menyadarinya

Karena begitu berlimpahannya

Adalah cahaya

bagaimana Allah mencipta cahaya?

Sungguh aku ingin bertanya

Bagaimana ia bekerja sama dengan mata

Menciptkan nuansa warna

Sehingga indah dunia karenanya

Cahaya dijadikanNya berwarna – warna

Kuning, biru, merah, ungu, hijau dan jingga

Yang spektrumnya berjuta juta

Dari infra red yang hangat hingga ultra violet yang membutakan mata

Bagian 2 : Mata

Kornea sebening kaca

Selalu basah air mata dalam tiap kedipannya,

Pupil selincah bola

Selalu membesar mengecil menyesuaikan jumlah cahaya

Lensa selentur balon

Selalu menipis menebal menyesuaikan jarak benda

Iris yang berwarna warna,

Mempercantik penampilanya

Koroid dan retina yang super canggih sensornya

Menerima setiap rangsang cahaya

Syaraf mengubahnya jadi signal yang bergerak secepat cepatnya

Menuju otak pada akhirnya

Mata yang hidup melihat cahaya

Hati yang hidup melihat petunjukNya

Mata yang mati gelap dunianya

Hati yang mati gelap akhiratnya

Ketika jazad tak bernyawa

Tertutup sudah penglihatanya

Walau ada cahaya

tak mampu ia melihatnya

Gelap semua sekitarannya

Hanya amal -amal yang kan berubah jadi cahaya

Puisi karya,

Ustadzah Turasmi, S.Pd

You May Also Like

2 thoughts on “#Puisi “Cahaya Mata”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *